Huawei mengadakan berbagai skenario inovatif untuk jaringan 5G dalam acara Hari Asia Innovation 2019 di Chengdu, Cina, Rabu.

Huawei menunjukkan berbagai potensi penggunaan 5G mulai dari virtual reality (VR) berdasarkan layanan resolusi video 5G + 8K, drone 5G +, sistem telemedicine dan ambulans berbasis 5G.

5GVR

Dalam skenario 5GVR, Huawei menempatkan kamera VR panorama 360 derajat yang terhubung ke Panda Captive Center dalam beberapa kilometer dari pameran. Kamera menampilkan siaran langsung resolusi 4K kepada pengunjung menggunakan perangkat VR, yang ditransmisikan melalui jaringan 5G.

Saat menggunakan perangkat VR, pengunjung disajikan dengan pengalaman nyata di dalam cagar alam bersama dengan panda yang menggemaskan.

5G + Video 8K

Lebih jauh lagi, Video 5G + 8K, yang memungkinkan layar 8K untuk menyiarkan video kinerja UltraHD (UHD) secara langsung, yang berarti para peserta dapat menikmati pertunjukan ini dengan gambar yang lebih tajam dan lebih jelas.

Melalui jaringan ultra cepat 5G, aplikasi inovatif ini menarik perhatian pengunjung dari berbagai negara dan kawasan Asia Pasifik.

Mengambil contoh video 8K, resolusi video dapat mencapai 7680 × 4320; empat kali lebih tinggi dari video 4K. Diperlukan tandu bandwidth jaringan minimal 100Mbit / detik, yang hanya dimiliki oleh jaringan 5G.

Karena jaringan 5G memiliki jangkauan yang lebih luas, siaran langsung 8K dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, dengan biaya lebih rendah dan efisiensi yang lebih tinggi.

Di masa depan, 5G akan lebih terintegrasi dengan VR, live 8K, dan layanan lainnya. Ini memungkinkan lebih banyak penerapan aplikasi inovatif di berbagai bidang seperti telemedis dan siaran langsung, yang akan mendorong perkembangan ekonomi digital.

Sistem Telemedis Berbasis 5G

Teknologi 5G dapat mengaktifkan lebih banyak aplikasi di berbagai industri, meningkatkan efisiensi secara signifikan, dan memangkas biaya. Seperti yang ditunjukkan pada acara tersebut, jaringan 5G akan menjadi dasar bantuan medis darurat komprehensif, yang terdiri dari ambulan yang terhubung dan aplikasi yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) seperti AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) dan drone.

Ketika seorang pasien dibawa dengan ambulans yang terhubung, dokter dapat menggunakan peralatan medis yang terkandung di dalam kendaraan untuk menjalankan tes medis seperti tes darah, tes elektrokardiogram (EKG) atau pemindaian B-mode. Pada saat yang sama, informasi yang relevan, seperti gambar yang dipindai, fitur medis dan catatan medis pasien, dapat dikirim ke rumah sakit secara real time, sehingga dokter dapat membuat rencana perawatan segera dan mempersiapkan operasi pada waktu yang tepat.

Ini dapat menghemat waktu dalam membantu pasien dan meningkatkan kemungkinan pengobatan yang berhasil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here