Beberapa hari terakhir situasi politik nasional terus memanas seiring dengan demonstrasi mahasiswa di beberapa kota. Tidak hanya di Jakarta, aksi protes juga berlangsung di beberapa kota besar.

Reli ini juga dihadiri oleh ribuan mahasiswa dan akhirnya kembali kekacauan tanpa akhir. Ridlwan analis intelijen tingkat Habib, setidaknya tiga kelompok karakter yang turun ke jalan berlangsung beberapa hari. Mencerminkan kelompok karakter macam tuntutan dan pola tindakan yang diambil.

Karakter pertama adalah kelompok murni menolak RKUHP. Yang kedua adalah kelompok pencarian identitas / identitas dan kelompok ketiga memiliki agenda yang berbeda di luar tujuh tuntutan kelompok masalah.

Hakim Ridlwan dari tiga kelompok yang paling perlu diperhatikan adalah ketiga. “Karakter ketiga adalah seperti seorang pengendara gelap terutama mengambil alih agenda pemerintah dan kontra kekuasaan. Mereka berada di medsos bermain TAGAR #TurunkanJokowi dirintis akun akun anonim,” kata Ridlwan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2019/09/26).

Sepanjang aksi unjuk rasa melakukan muncul sebagai kelompok tanpa identitas jelas bahwa panggilan untuk penurunan Presiden dan langsung masalah ini ke krisis konstitusional. “Grup dengan karakter tersebut tahu karena isu sekelompok karakter lebih mudah diterima oleh masyarakat, maka mereka bisa naik. Karakter ini tidak dapat membuat api baru setelah 22 Mei, mereka sekarang melihat ada potensi kebakaran lain yang dapat diangkat,” dia kata.

Karakter kedua adalah kelompok pencarian identitas / identitas. Karakter ini adalah kelompok yang turun ke jalan untuk solidaritas di media sosial dan pemahaman yang tidak lengkap dari masalah.

“Kepahlawanan demonstrasi salah satu dari dua karakter umpan tindak lanjut di jalan. Mereka berlomba posting InstaStory sebagai bagian dari eksistensi dalam lingkungan sosial,” kata alumni Studi Intelijen UI S2.

Termasuk dalam dua karakter adalah STM mahasiswa demo mulai Selasa malam terus sepanjang hari dan berakhir Rabu kerusuhan. “Mereka berbondong-bondong berangkat solidaritas. Tambahkan informasi beredar cepat karena medsos terutama WhatsApp,” kata Ridlwan.

Sementara karakter pertama, yang merupakan kelompok murni menolak revisi KUHP dan menolak revisi UU KPK. Kelompok ini juga jaringan dengan kelompok-kelompok masyarakat sipil dengan isu-isu utama perlindungan hak asasi manusia, keadilan Papua, dan hak atas tanah.

Menurut Ridlwan, setidaknya tujuh tuntutan kelompok karakter pertama sudah beredar. Salah satunya menghentikan pembahasan semua tagihan bahwa sejumlah pasal bermasalah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here